Cara Menghitung Insentif Sales Dalam Perusahaan

Cara Menghitung Insentif Sales Dalam Perusahaan

Insentif adalah sebuah remunerasi yang sifatnyaada batas bawah dan ada juga batas atasnya atau bisa juga dikatakan berbentuk jangkauan. Misalnya saja yaitu untuk penjualan sekian hingga mencapai penjualan sekian maka Insentif yang diperoleh yaitu nilainya sekian. Sedangkan untuk jangkauan yang berikutnya lain lagi yangakan diperoleh. Market Spesialisai Distribusi bisa menerapkan sistem insentif ini. Sebab dalam Market Distribusi, para Salesman akan lebih menghandle para pelanggan yang sama dan juga hanya itu saja. Maka dari itu, sistem ini memang lebih cocok diigunakan pada tipe penjualan yang memiliki pelanggan yang sama dan pada umumnya juga cenderung repeat ordernya jauh lebih besar dan juga dinilai jauh lebih konstan.

Keunggulan dan Kelemahan Sistem Insentif

Sistem Insentif memang dinilai tidak seagresif seperti menggunakan sistem komisi. Sebab nilainya yang memang hanya terbatas. Akan tetapi apabila value yang diperoleh masih cukup menarik bagi team Sales,  maka keadaan seperi ini ini tetap memiliki potensi yang besar dalam menjadikan salesman tertarik serta memiliki rasa semangat untuk mengejarnya. Keunggulan lain yang dimiliki sistem ini relatif lebih fair, sebab tiap sales dengan potensi wilayah maupun potensi pasar yang berbeda bisa memperoleh hasil dan kesempatan yang sama.

Kelemahan dari sistem ini yaitu sebab sifatnya yang berupa jangkauan pencapaian penjualan. Untuk kasus yang pernah terjadi, terkadang dijumpai suatu kejadian-Salesman yang melakukan penyimpanan penjualan jika diriya sudah mencapai jangkauan tertinggi dari Insentifnya. Sebab menurut perhitungan dirinya telah berhasil mencapai jangkauan tertinggi, dengan demikian penjualan yang ada tetap tidak akan membuat dirinya memperoleh remunerasi yang lebih. Maka mereka cenderung menyimpan penjualannya untuk bulan berikutnya.

Cara Menghitung Insentif Sales

Pada tiap distributor yang punya salesman tentu juga punya mekanisme perhitungan insentif untuk para salesman mereka. Dan kerap juga terjadi kesalahan seperti halnya  kelebihan bayar insentif oleh administrasi pada salesman yang berdampak kerugian untuk suatu perusahaan.

Contoh mekanisme sederhana cara menghitung  insentif sales consumergoods  menggunkan satuannya karton

  1. Jika pencapaian < 75% dari target , tidak ada insentif
  1. Apabila pencapaian >= 75% sampai dengan 90% dari target, maka tarif insentif adalah Rp.120 per karton
  1. Untuk pencapaian >90% hingga 100% dari target,tarif isentif yaitu Rp. 350 per karton
  1. Sedangkan untuk pencapaian diatas >100% ,tarif insentif yaitu Rp.600 per karton

dengan ketentuan sbb :

– Apabila terjadi retur barang dari customer, maka akan mengurangi pencapaian target.

–  promo customer misalnya pembelian 10 krt + bonus 1 krt, yang mana 1 krt akan menambah pencapaian target

– total insentif para sales akan dirata-ratakan dengan jumlah hari kerja untuk tiap bulan. Apabila ada sakit, izin, cuti, maka akan mengurangi jumlah hari kerja

Penetapan target bisa bervariasi, misalnya berdasarkan total volume atau total rupiah atau berdasarkan penambahan jalur distribusi, kenaikan penjualan akibat program promosi, pencapaian strike, dll.

Pada management pusat, kepala cabang, dll, yang ada hubungannya dengan sales /marketing sebaiknya juga dilihat hirarkinya.  Pastinya jika semakin atas semakin besar tanggungjawabnya dan juga jumlah bonus yang diperoleh secara rupiah juga harus lebih besar.  Namun pada umumnya, bonus untuk management ditentukan sesuai dengan pencapaian tiap kuartal, semester maupun setahun.

Untuk distributor yang punya banyak daerah penjualan, pada umumnya akan kurang kontrol pada  hal-hal kecil. Untuk hal kecil yang berdampak pada kerugian besar bagi usaha dan distributor tersebut tidak memiliki tim audit.

Reply