Mengapa Anak Harus Disuntik Vaksin Rubella? Perlu Atau Tidak Sih?

Beberapa saat yang lalu, sempat populer penyakit baru yang belum pernah ditemui di Indonesia sebelumnya. Penyakit tersebut bernama Rubella atau Campak Jerman. Gejala Rubella hampir mirip dengan gejala penyakit campak yaitu ruam merah di sekujur tubuh pada umumnya. Mengapa penyakit yang gejalanya terkesan ringan ini sampai membutuhkan pemberian vaksin atau imunisasi? Agar lebih jelas, yuk cek informasi berikut selengkapnya.

Pengertian Dan Gejala Penyakit Rubella

Rubella adalah sebuah penyakit yang ditularkan oleh virus Rubella. Virus ini ditularkan oleh penderita penyakit Rubella melalui kontak fisik seperti benda yang digunakan bersama, percikan air liur dari batuk atau bersin. Seseorang yang terjangkit Rubella akan menunjukkan gejala dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu sejak tertular virusnya. Gejala yang ditimbulkan oleh Penyakit Rubella adalah:

  1. Ruam merah pada permukaan tubuh. Mulanya, diawali dari wajah dan menjalar ke tubuh dan kaki.
  2. Mengalami demam yang cukup tinggi
  3. Sakit kepala yang mengganggu
  4. Pilek
  5. Hidung tersumbat
  6. Tidak memiliki nafsu makan
  7. Mata merah dan berair
  8. Nyeri pada bagian persendian, terutama bagi anak remaja perempuan
  9. Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening, yaitu ditandai dengan munculnya benjolan di belakang telinga dan sekitar leher.

Pentingkah Pemberian Vaksin Rubella?

Rubella merupakan penyakit yang tergolong ringan dan dapat disembuhkan dengan cara yang sederhana yaitu pemberian obat pereda nyeri dan penurun panas oleh dokter. Penyakit ini juga menyerang sekali seumur hidup. Oleh sebab itu, jika sudah pernah menderita penyakit Rubella, Anda tidak perlu khawatir terserang lagi.

Namun, bagi ibu yang sedang hamil, bayi yang ada dalam kandungan juga bisa terserang virus Rubella karena virus ini bisa menyebar melalui aliran darahnya. Dalam kondisi ini, kehamilan bisa berada dalam bahaya keguguran atau lebih buruknya bayi lahir dalam kondisi cacat atau mengalami kelainan.

Meskipun Rubella tidak digolongkan dalam penyakit yang mematikan, namun kita tidak akan pernah tahu kapan akan terjangkit atau tertular virus ini. Bisa jadi, Anda sedang dalam kondisi hamil ketika seorang teman atau keluarga terkena penyakit Rubella. Sungguh menakutkan bukan? Tentunya Anda tidak ingin sesuatu hal yang buruk menimpa calon bayi yang akan Anda lahirkan. Inilah pentingnya vaksin Rubella terlebih bagi anak perempuan.

Berbahayakah Vaksin Rubella?

Beberapa kasus menyatakan bahwa ada anak-anak tertentu yang mengalami gangguan setelah mendapatkan vaksi Rubella. Meskipun kasus seperti ini jarang terjadi, namun satu hal yang pasti, pemberian vaksin sejatinya adalah memasukkan kuman yang sudah dilemahkan atau mati. Dengan harapan, kuman ini akan memancing tubuh membentuk antibodi agar bisa melawan kuman serupa yang menyerang tubuh.

Ada kalanya, tubuh seorang anak tidak dalam kondisi yang sehat atau fit untuk bisa menerima suntikan vaksin. Oleh sebab itu, reaksi seperti panas atau demam sering terjadi ketika anak mendapat suntikan vaksin. Namun, pemerintah sudah menjamin bahwa vaksin Rubella tidak berbahaya dan tidak menyebabkan kelumpuhan ataupun autisme. Jadi cukup aman untuk diberikan pada anak Anda.

Itulah beberapa informasi singkat mengenai penyakit Rubella dan vaksin Rubella yang perlu Anda ketahui. Pemberian vaksin ini cukup penting dan terbilang aman untuk diberikan kepada anak Anda agar menghindarkan dia dari hal yang tidak diinginkan.

Reply