Pentingnya Memahami Benjolan di Ketiak

Benjolan di ketiak umumnya dapat dialami oleh siapa saja, entah itu wanita maupun pria. Kondisi seperti ini juga dapat dialami oleh berbagai kalangan usia. Biasanya, benjolan yang muncul pada ketiak akan mereda ketika kondisi tubuh juga sedang prima. Akan tetapi, ketika kondisi tubuh sedang melemah, maka benjolan akan kembali meradang.

Infeksi bakteri, alergi akibat penggunaan deodoran atau alat cukur salah, iritasi, dan kista dapat menjadi penyebab munculnya benjolan di ketiak. Selain itu, kemungkinan yang sering terjadi adalah adanya pergesekan satu sisi kulit dengan sisi kulit yang lain atau disebut dengan skin tag. Apabila penyebabnya jelas karena berbagai hal seperti di atas, maka benjolan yang muncul tidaklah berbahaya dan tidak perlu dilakukan penanganan khusus.

Pentingnya Memahami Benjolan di Ketiak

Namun demikian, benjolan di ketiak harus selalu dipantau dan segera diatasi. Apabila setelah dilakukan penanganan sendiri benjolan tidak mengecil, apalagi apabila benjolan tidak terasa sakit, maka harus segera Anda periksakan kepada dokter atau tim medis. Sebab, bisa saja benjolan pada ketiak tersebut merupakan adanya gangguan kesehatan yang serius dan akan semakin berbahaya apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.

Benjolan di Ketiak Akibat Adanya Penyakit Serius

Beberapa penyakit serius yang dapat menjadi penyebab munculnya benjolan pada ketiak di antaranya adalah:

  • Efek samping yang muncul dari vaksinasi.
  • Akibat infeksi virus yang masuk dalam sel tubuh.
  • pertumbuhan jaringan fibrosa yang abnormal, yang sering disebut dengan Fibroadenoma, dan tidak bersifat kanker.
  • Salah satu gejala adanya kanker payudara.
  • Kanker sistem getah bening atau yang sering disebut Limfoma.
  • Kanker darah pada sum sum tulang belakang atau Leukimia.

Pemeriksaan Medis Benjolan di Ketiak

Pada saat pemeriksaan terhadap benjolan yang muncul di ketiak, untuk mengetahui penyebabnya, dokter atau tim medis biasanya akan memberikan sejumlah pertanyaan terkait dengan gejala-gejala munculnya benjolan tersebut, serta perubahan-perubahan yang dirasakan terjadi pada benjolan di ketiak.

Dokter juga akan menanyakan apakah terdapat rasa nyeri yang dirasakan pada benjolan atau daerah sekitar benjolan. Untuk memeriksanya dengan lebih detail, maka dokter akan melihat dan menekan daerah benjolan dan memijatnya secara lembut.

Pemeriksaan Medis yang Lebih Lanjut terhadap Benjolan di Ketiak

Apabila penyebab dari munculnya benjolan belum dapat dipastikan, maka doker atau tim medis akan melakukan pemeriksaan yang lebih mendetail untuk mengetahui penyebab benjolan dengan lebih pasti. Pemeriksaan tersebut di antaranya adalah:

  • Melakukan pemeriksaan darah lengkap untuk memeriksa kadar sel darah merah dan sel darah putih dalam sistem tubuh kita.
  • Melakukan pemeriksaan dengan mammografi guna melihat bentuk benjolan dengan lebih rinci.
  • Melakukan beberapa pengujian alergi.
  • Memeriksa benjolan secara biopsi, yaitu dengan melihat sel atau jaringan dari benjolan secara mikroskopis di laboratorium.

Penanganan Benjolan di Ketiak

Penanganan yang dapat dilakukan untuk mengatasi benjolan yang muncul pada ketiak tergantung pada faktor penyebab yang diperoleh dari hasil pemeriksaan. Pada benjolan yang disebabkan oleh kondisi yang tidak berbahaya tidak membutuhkan penanganan yang khusus. Penanganan yang biasa dilakukan adalah dengan obat pereda nyeri dan mengompresnya dengan air hangat.

Penanganan tersebut di atas digunakan untuk benjolan yang disebabkan oleh faktor yang tidak berbahaya, misalnya infeksi virus, fibroadenoma dan lipoma. Untuk benjolan akibat infeksi virus, benjolan dapat mengecil dengan sendirinya. Sedangkan untuk benjolan yang disebabkan oleh infeksi lipoma umumnya tetap ada namun tidak berbahaya.

Sedangkan untuk benjolan di ketiak yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri dapat diatasi dengan menggunakan antibiotik. Dengan menggunakan antibiotik, maka bakteri akan terhambat dan mati, sehingga benjolan di ketiak akan segera mengempis. Apabila penyebab benjolan di ketiak adalah kanker, maka penanganan yang dilakukan adalah dengan operasi, terapi radiasi atau dengan kemoterapi.

Reply